SAMARINDA. LPTQ.KT - LPTQ Provinsi Kaltim yang diwakili tenaga Sekretariat Abdul Muis dan Hadri A Basyir menghadiri undangan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kebijakand Kelembagaan tentang Penertiban Pondok Pesantren (Ponpes) di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025, yang berlangsung di Hotel Five Samarinda, Selasa 23 Desember,2025.
Penyampaian materi narasumber.
Kegiatan ini digelar oleh Biro Kesra Setdaprov Kaltim dengan menghadirkan pimpinan dan pihak terkait lainnya di lingkungan pondok pesantren dan organisasi keagamaan yang ada di Kota Samarinda.
Tampil narasumber Karo Kesra Dr Hj Dasmiah SPd MAP dan Kementerian Agama uang diwakili Ridha dari Kemenag Kota Samarinda dengan moderator Muhammad Hamsani.
Dasmiah mengawali paparannya mengatakan, peran pondok pesantren sangat penting sesuai UU No.18 Tahun 2019, yang memiliki fungsi pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat, namun di Kaltim dirasa perlu evaluasi, penertiban, perubahan dan peningkatan agar terhindar dari kasus-kasus tidak terpuji yang bertentangan dengan agama, norma kesusilaan, budaya masyarakat, keamanan dan tatanan kenegaraan. "Karena itu kita ingin tertib dan ponpes terselenggara sehat, tertib dan sesuai aturan UU maupun Perda," tegasnya sembari menambahkan bahwa perhatian Pemprov Kaltim cukup besar dengan memberikan insentif untuk para guru ponpes.
Di tempat yang sama Ridha dari Kemenag Samarinda mengungkapkan di daerahnya terdapat 58 ponpes, tetapi masih ada 23 yang beum terdaftar. Pihaknya terus mengimbau segera didaftar karena prosesnya sangat mudah.
Usai paparan diadakan tanya jawab. Sementara itu Hadri dari LPTQ Kaltim mengatakan perlunya kerjasama sinergis dalam penyiapan kader-kader para pegiat Al Qur'an antara LPTQ dengan ponpes. Apalagi Kaltim dalam dua tahun berturut -tutut 2024-2025 Juara Umum MTQN XXX Samarinda dan Juara Umum STQHN XXXVIII di Kendari Sulawesi Tenggara.
"Jangan sampai prestasi Kaltim dalam permusabaqahan Al Qur'an ke depannya justru menurun, tapi harus dipertahankan dan ditingkatkan," harapnya. *
Penulis: Hadri A Basyir, Humas LPTQ Kaltim.